ABOUT US

SASC is South Asian Study Circle (InSAF). Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR PARTNERS

The awesome partners behind our brand ... and their life motto.

  • TobaPOS

    TobaPosCom

    News about Indonesia.

  • BeritaDekho

    BeritaDEKHO

    News about alumni India

  • Car News

    carnews-online

    Automotive News

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

Latest News

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Showing posts with label Study. Show all posts
Showing posts with label Study. Show all posts
  • Kerja Sama dengan JP Morgan Diputus Sri Mulyani, Berikut Rekam Jejaknya di Luar Negeri

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat JP Morgan dari partner penjualan hutang. (baca).

    Banyak yang mendukung keputusan tersebut. Beberapa catatan berikut mungkin bisa menjadi latar pengetahuan.

    Nama JP Morgan pernah disebut dalam buku John Perkins dalam 'New Confessions of an Economic Hitman'

    The foundations for Panama as a tax shelter go back to 1903, when President Theodore Roosevelt fomented a rebellion to wrest Panama from Colombia so the U.S. could build the Panama Canal. J.P. Morgan and Company became the new country’s official fiscal agent. Soon Panama passed laws allowing John D. Rockefeller’s Standard Oil Company to register its ships there, avoiding U.S. taxes and regulations — and Panamanian tax shelters were born.

    I was sent to Panama to convince then-head of state Omar Torrijos to stop insisting the U.S. turn canal ownership over to Panama, and to soften his support for Latin America’s nationalistic movements. Torrijos would not yield on the canal. But he did let his country become a tax haven for international corporations. He told me, “If your country is determined to exploit mine, the least I can do is help your corporations avoid paying taxes that support the CIA and Pentagon!” (baca)

    Selanjtnya soal kerja sama dengan pemerintah AS dalam manipulasi ekonomi dunia;


    The Clinton and Bush Administrations in concert with the central banks (most notably the Federal Reserve) and bullion banks (including JP Morgan-Chase, Citibank and Goldman Sachs) manipulated the gold and silver markets to suppress the price of precious metals while large inventories were moved out of governments and central bank accounts worldwide and into private hands;

    US pension funds and 401k and IRA retirement savings accounts lost value by waves of accounting and other financial frauds at widely held corporations (such as Enron, Worldcom and Tyco); (baca)

    Baca: JPMorgan Chase Engaged in Mortgage Fraud. The Securitization Fraud That Collapsed the Housing Market

    Baca: JPMorgan Chase to Pay $614 Million for Submitting False Claims for FHA-insured and VA-guaranteed Mortgage Loans

    Berikut tiga berita dari dalam negeri:

    Dari Kontan:

    JP Morgan dituding menggelapkan dana investor

    Dugaan penggelapan tersebut diperkirakan merugikan investor lebih dari US$22 miliar. Gugatan yang disampaikan oleh Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman, menilai Bear Stearns gagal memastikan kualitas saham yang didukung oleh kredit properti.

    Masih dalam gugatan yang sama, tertulis bahwa "Secara sistematis bank gagal mengevaluasi pinjaman secara penuh, mengabaikan kelemahan yang tidak terungkap dalam kajian terbatas yang dilakukan bank dan membiarkan para investor dalam kebingungan tentang prosedur kajian yang tidak memenuhi kelayakan".

    Tak terima atas tuduhan yang dilayangkan, JP Morgan Chase menyatakan akan melakukan pembelaan diri tuntutan tersebut.

    "Gugatan ini sepenuhnya menyangkut sejarah tindakan tersebut," jelas JP Morgan. Bear Stearns diakuisisi JP Morgan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

    Kejaksaan Agung di New York meminta JP Morgan membayar uang yang jumlahnya tidak disebutkan kepada para investor sebagai ganti rugi. Kompensasi tersebut ditujukan sebagai ganti rugi yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung akibat tindakan penipuan dan pengelabuan.

    Kasus ini merupakan usaha terbaru pihak berwenang untuk meminta JP Morgan bertanggung jawab atas tindakan yang menyebabkan krisis keuangan pada 2008.

    Dari Tempo:

    Penipuan: JPMorgan Akan Membayar US$ 2 Miliar  

    Sengketa JP Morgan Chase & Co yang melibatkan Bernard Madoff senilai US$ 2 miliar dengan pemerintah federal bakal selesai. JP Morgan akan membayar lebih dari US$ 1 miliar kepada jaksa di Manhattan. Sisanya untuk kantor pengawas nilai tukar, serta satu unit kantor departemen keuangan yang menyelidiki kerusakan dalam pengamanan bank terhadap pencucian uang.

    Hal ini dilakukan untuk mengatasi kecurigaan bahwa bank JPMorgan Chase & Co mengabaikan tanda-tanda penggelapan yang dilakukan Bernard Madoff. Penyelesaian kasus pidana dan perdata bank juga akan dilakukan dengan perjanjian penangguhan penuntutan. Namun, sebelumnya bank harus mengakui fakta-fakta kasus ini dan mengubah perilakunya. JPMorgan Chase & Co merupakan bank terbesar di Amerika Serikat dan bank terbesar kedua di dunia bila dihitung dari nilai asetnya yang mencapai US$ 2,509 triliun.

    Pemerintah berencana menggunakan sebagian dana ini untuk membayar korban penipuan Madoff. Madoff digugat pada 2009 karena menipu ribuan investor dan dihukum penjara selama 150 tahun. JPMorgan dituduh mengabaikan tanda-tanda penipuan Madoff dan sering memenangkan lebih banyak komisi untuk jasa Madoff.

    Juru bicara JP Morgan, Joseph Evangelisti, menolak berkomentar ketika dihubungi Reuters. Koran The New York Times menyebutkan, setelah penyelesaian sengketa Madoff, JPMorgan akan membayar sebesar US$ 20 juta untuk menyelesaikan investigasi pemerintah selama 12 bulan terakhir.

    Bulan lalu, pejabat pemerintah mengatakan, Inspektur Jenderal Departemen Keuangan Amerika Serikat sedang memeriksa apakah JP Morgan mengganggu upaya Kantor Pengawas Nilai Tukar dalam menyelidiki hubungan bank dengan Madoff. Madoff secara terpisah pernah mengatakan kepada pihak berwenang Amerika Serikat bahwa JP Morgan--bank yang digunakannya untuk melakukan penipuan jangka panjang--telah mencoba menghentikan Kantor Pengawas Nilai Tukar untuk mendapatkan informasi tentang hubungan mereka.


    Dari Detik:

    Bank Raksasa Ini Bayar Ganti Rugi Kasus Penipuan Rp 31 Triliun


    Bank Raksasa asal Amerika Serikat (AS) JPMorgan Chase harus membayar US$ 2,6 miliar (Rp 31,2 triliun) denda dan ganti rugi korban penipuan skema ponzi yang dilakukan Bernard Madoff.

    Pembayaran ganti rugi ini yang dilayangkan oleh jaksa penuntut di pengadilan negara AS ini sudah disepakati pada Selasa waktu setempat.

    Seperti dikutip dari AFP, Rabu (8\/1\/2013), JPMorgan terbukti bersalah atas tuntutan tersebut karena dinilai gagal mencegah program pencucian uang dan tidak melaporkan transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh Madoff.

    Sebaanyak US$ 2,24 miliar akan dibayarkan kepada para korban penipuan Madoff, dan US$ 350 juta sisanya dibayar sebagai denda ke pemerintah.

    Selain krisis, pasar finansial dunia pada 2008 lalu digegerkan oleh kasus penipuan melalui \\\'Skema Ponzi\\\' oleh Bernard Madoff. Jumlah penipuannya pun bikin kita geleng-geleng kepala karena mencapai US$ 50 miliar (Rp 500 triliun).

    Sementara korban-korbannya pun bukanlah sekedar investor kelas teri, melainkan investor dari kalangan perbankan besar seperti HSBC. Madoff melakukan penipuan melalui perusahaan investasinya yakni Madoff Investment Securities.

    Apa sebenarnya Skema Ponzi?

    Skema Ponzi merupakan sebuah istilah untuk praktek kotor dalam bisnis keuangan yang menjanjikan pemberian keuntungan berlipat ganda yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil bagi investor yang mau menyimpan dana investasinya lebih lama di perusahaan investasi seperti sekuritas, bank, asuransi ataupun investment banking. Para invesor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu dari mana perusahaan membayar keuntungan yang dijanjikan.

    Nama Ponzi diambil dari seorang penipu bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS. Ponzi terkenal dengan penipuannya karena menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi perangko AS terhadap perangko asing di era 1919-1920.

    Dalam penelusuran detikFinance, Ponzi mendirikan \\\'The Security Exchange Company\\\' pada 26 Desember 1919, yang menjanjikan investasi dengan balas jasa 40% dalam 90 hari. Padahal kala itu bunga bank pada saat itu hanya 5% per tahun. Tidak sampai satu tahun, diperkirakan sekitar 40.000 orang mempercayakan sekitar US$ 15 juta atau sekarang senilai US$ 140 juta dalam perusahaannya.

    Untung yang dijanjikan Ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan Agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha Ponzi menemukan bahwa Ponzi sudah bangkrut. Total aset yang dimilikinya sekitar US$ 1,6 juta, jauh di bawah nilai utangnya kepada investor

    Skema penipuan ini juga sering terjadi di Indonesia. Ada sebuah perusahaan menjanjikan keuntungan besar, namun sebenarnya keuntungan itu dibayar dengan dana yang masuk dari anggota baru. Tidak pernah ada investasi riil. Kasus besar yang pernah terjadi adalah penipuan PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR yang menggelapkan dana nasabah melalui investasi agribisnisnya.

    Nah, yang dilakukan oleh investor kawakan Wall Street, Bernard Madoff juga sedemikian. Madoff menggunakan dana dari investor baru untuk membayar bunga investor lama.

    Nilainya terus bertumpuk-tumpuk hingga mencapai US$ 50 miliar. Penipuan Madoff baru terungkap setelah para investor menarik dananya sehubungan dengan krisis finansial. Di situ baru diketahui bahwa Madoff sudah kehabisan dana.

    Korban-korban Madoff pun bersuara. Berikut daftar korban penipuan Madoff:

    -Bapepam Spanyol mengungkapkan, lembaga investasi Spanyol yang memiliki eksposure langsung di perusahaan investasi Madoff mencapai US$ 147 juta.

    -Santander mengakui adanya potensi kerugian hingga US$ 3 miliar dari Madoff Investment Securities.
    -Aozora Bank memiliki eksposure di investasi Madoff senilai US$ 137 juta
    -Niponkoa Insurace Co dan Mitsui Sumitomo Insurance dan Daiwa Securities juga sudahmengakui adanya potensi kerugian beberapa ratus juta yen.
    -Nomura Holdings dengan eksposure 27,5 miliar yen.
    -Bank swasta Austria, Medici mengakui eksporuse US$ 2,1 miliar melalui dua lembaga investasinya.
    -Fortis dengan eksposure US$ 1,2 miliar
    -HSBC dengan eksposure US$ 1 miliar.
    -Kasus penipuan terbesar dalam sejarah pasar finansial AS ini turut mencorang citra Securities and Exchange Commission (SEC) atau Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) AS. Para investor mempertanyakan bagaimana bisa SEC kebobolan oleh penipuan yang sudah berlangsung hingga bertahun-tahun.

    Para investor mengkritik kemampuan SEC mengawasi pasar. SEC sebelumnya juga dinilai gagal mengawasi pasar sehingga produk-produk spekulatif beredar dengan liar dan berujung pada krisis finansial. Kini mereka mengecam SEC karena penipuan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa terjadi tanpa terendus sedikitpun.

    Padahal sejumlah peringatan sudah diberikan terkait penawaran investasi Madoff ini. Termasuk artikel sebuah artikel di koran \\\'Barron\\\' pada tahun 2001, yang mempertanyakan return hingga 2 digit selama setahun yang ditawarkan Madoff. Sayang peringatan itu tampaknya diabaikan baik para investor kakap itu sendiri dan SEC sebagai pengawas.
  • [Pakistan] China commits $45.6 billion for economic corridor with Pakistan

    The Chinese government and banks will finance Chinese companies to build $45.6 billion worth of energy and infrastructure projects in Pakistan over the next six years, according to new details of the deal seen by Reuters on Friday. The Chinese companies will be able to operate the projects as profit-making entities, according to the deal signed by Prime Minister Nawaz Sharif during a visit to China earlier this month.

    At the time, officials provided few details of the projects or the financing for the deal, dubbed the China-Pak Economic Corridor (CPEC).

    More
  • [Maldives] Pay up: GMR seeks $803 mn from Maldives for termination of airport contract

    GMR Male International Airport Private Limited (GMIAL), a subsidiary of GMR Infrastructure, has claimed $803 million (around Rs 4,987 crore) from the Maldivian government for 'wrongfully' terminating the international airport contract in that country's capital.

    According to filing with bourses, the Indian infra major said, in addition to that, a plea for award of further damages for loss of reputation caused to GMR as a consequence of wrongful repudiation of the Concession Agreement has also been made to the Arbitral Tribunal in Singapore.
    More
  • [Bhutan] ‘Reports that China-Bhutan ties worries India are nonsense’

    Referring to visits in the past few months by Prime Minister Narendra Modi and President Pranab Mukherjee, Bhutan’s Prime Minister Tshering Tobgay said India-Bhutan relations had reached an “unprecedented level of cooperation and understanding.”

    In an exclusive interview to The Hindu, Mr. Tobgay denied speculation that the high-level visits were tied to India’s worries over Bhutan-China relations. “There is a theory that India’s leaders are visiting Bhutan in quick succession, and Mr. Modi made Bhutan his maiden foreign visit destination because the government is concerned about Bhutan’s security. Our friendship is deep and this is a celebration of it. The rest are nonsense theories,” Mr. Tobgay said.
    More
  • [Bangladesh] Agro-economy of coastal Bangladesh

    Bangladesh is one of the promising economies in the world. Per capita gross income (PCGNI) of the country is $987 in 2014 (Bangladesh Economic Review, BER, 2014). In terms of Development Index, Bangladesh ranks 140 out of 177 countries (Human Development Index, HDI, UNDP 2007). According to latest SVRS estimation (Bangladesh Bureau of Statistics, BBS, 2008), 144.5 million people live in an area of 1,47,570 sq. km.

    The rate of population growth is 1.39% per year. The population density (979 per sq. km.) makes Bangladesh one of the most densely populated geographical areas in the world, and adversely affects the land-man ratio. Per capita cultivated area has steadily declined from 0.27 acres (1983-84) to 0.15 acres in 2005 (BBS, Agriculture Sample Survey, 2005.)

    More
  • [India] Didi to Modi government: Jail me if you can

    Cornered on the Saradha scam, Mamata Banerjee came out all guns blazing at BJP on Saturday. Just 72 hours after paying courtesy visits to senior BJP leaders in Delhi, the Trinamool chief sounded the war cry against PM Narendra Modi, accusing his government of pursuing "selective vendetta" against her party.

    Mamata dared the Modi government to impose President's rule in Bengal and arrest her. And in a sign of how things are in Trinamool, Mamata taunted the fence-sitters in her party to "go and join BJP". The arrest of Trinamool Rajya Sabha MP Srinjoy Bose has proved to be a turning point in her political trajectory.

    More
  • WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    SASC

    • Street :Mandor Basir II
    • Person :Person
    • Phone : By Email
    • Country :INDONESIA
    • Email :redaksi.dekho@gmail.com

    Where do new ideas come from? The answer is simple: differences. Creativity comes from unlikely juxtapositions.

    The goal of a designer is to listen, observe, understand, sympathize, empathize, synthesize, and glean insights that enable him or her to ‘make the invisible visible.